7 (tujuh) Strategi Menghadapi Pemeriksaan Pajak

Strategi menghadapi pemeriksaan pajak

Pemeriksaan pajak merupakan sebuah hal umum yang dilakukan oleh dirjen pajak untuk memeriksa tingkat kepatuhan wajib pajak. Karena itu tidak perlu bingung, berfikir negatif bahkan terlalu was-was yang berlebihan karena memikirkan strategi menghadapi pemeriksaan pajak ketika perusahaan sedang atau akan diperiksa pajak.

Faktanya, cukup banyak perusahaan yang khawatir setiap kali menerima surat pemberitahuan audit atau pemeriksaan pajak. Kalau memang perusahaan telah memenuhi kewajiban perpajakannya dengan benar, sesuai aturan dan mengupayakan yang terbaik sesuai peraturan perpajakan yang berlaku maka tidak perlu khawatir yang berlebih ya rekan.

Dengan memahami bagaimana pemeriksaan atau audit pajak berlangsung, perusahaan dapat mempersiapkan cara menghadapi pemeriksaan pajak yang optimal.

7 (tujuh) strategi menghadapi pemeriksaan pajak

Berikut adalah strategi dan langkah praktis menghadapi pemeriksaan pajak yang dapat perusahaan terapkan.

1. Memastikan Keabsahan Pemeriksaan Pajak

Audit pajak resmi kepada badan usaha biasanya akan didahului oleh surat pemberitahuan resmi terlebih dahulu.

Kalaupun ada pemeriksaan tiba-tiba, pasti akan disertai dengan surat tugas resmi untuk pemeriksaan pajak resmi dari dirjen pajak.

Bukan berprasangka negatif, faktanya, penipuan mengatasnamakan dirjen pajak bisa saja terjadi dan nyata adanya.

Lagipula, surat resmi tersebut juga berfungsi untuk memberitahukan apa tujuan dari pemeriksaan pajak yang dijalankan.

Apakah terkait penyusunan data SPT yang rugi, lebih bayar, terlambat, atau keliru dan perlu dibetulkan.

Atau terkait dengan syarat dan ketentuan dari dokumen lain yang belum dipenuhi oleh perusahaan.

Sehingga, perusahaan juga dapat menyiapkan dokumen pembukuan dan laporan terkait tujuan dari audit pajak tersebut.

Karena itu, pastikan keabsahan dari audit pajak yang dilakukan untuk menghindari hal-hal yang merugikan perusahaan.

2. Siapkan Dokumen Sesuai Tujuan Pemeriksaan Pajak

Langkah ini membutuhkan data dari surat pemberitahuan pemeriksaan pajak yang diberikan kepada perusahaan sebelumnya.

Beberapa dokumen penting yang perlu disiapkan saat pemeriksaan pajak antara lain:

  • SPT Pajak Penghasilan Perusahaan terbaru, baik itu mengalami lebih bayar, rugi, ataupun belum disampaikan
  • Laporan keuangan
  • Data transaksi yang menjadi dasar pembukuan
  • Dokumen lain yang berhubungan dengan tujuan pemeriksaan pajak, termasuk faktur pajak, dan sebagainya

3. Menyiapkan Ruangan Khusus

Ruangan khusus untuk petugas pemeriksaan pajak perlu disiapkan, karena proses audit pajak ini bisa berjalan seharian atau bahkan beberapa minggu kedepan. Petugas perlu memeriksa ke-valid-an dari data yang disampaikan dalam dokumen yang perusahaan berikan.

Dengan adanya ruangan khusus, petugas dapat bekerja secara optimal, dan operasional perusahaan pun tak akan terganggu.

4. Menyiapkan Akses ke Data Digital Perusahaan

Beberapa data mungkin tidak dapat disajikan dalam bentuk cetak dan membutuhkan petugas untuk mengecek data digital.

Karena itu perusahaan rekan perlu menyiapkan akses ke data elektronik tersebut. Termasuk akun guest khusus yang perlu disediakan dengan batasan akses tertentu.

Begitu juga perangkat kerasnya (laptop atau pc yang terkoneksi jaringan internal) perlu disiapkan di ruangan khusus yang telah disediakan. Sehingga petugas audit pajak dapat mengakses data yang dibutuhkan dengan cepat dan mudah.

5. Review Kewajiban Pajak Perusahaan Sebelumnya

Cek lagi apakah perusahaan telah menunaikan kewajiban pajak di tahun-tahun sebelumnya. Apakah ada kewajiban pajak yang terlewat namun perusahaan tidak menyadari, baik terkait penghasilan ataupun pertambahan nilai?

Hal ini untuk menghindari adanya celah atau faktor yang dapat merugikan bagi perusahaan.

Jika tidak ada, berarti aman dan dapat berfokus pada tujuan audit pajak sesuai di surat pemberitahuan. Dan jika ada, perusahaan perlu mempersiapkan cara untuk meminimalisir adanya sanksi atas kelalaian tersebut, tentunya dengan cara-cara yang sesuai aturan perpajakan yang berlaku.

6. Sediakan Tenaga Pendamping dari Perusahaan

Selama proses audit, tentu akan ada pertanyaan-pertanyaan dari pihak auditor pajak tersebut. Perusahaan perlu menyiapkan tenaga pendamping yang akan mendampingi petugas selama proses pemeriksaan pajak berlangsung.

Pastikan tenaga pendamping ini mengerti tentang transaksi keuangan, pajak dan pembukuan yang dilakukan perusahaan. Biasanya dari bagian keuangan atau accounting serta manajer terkait.

7. Gunakan Konsultan Pajak Profesional

Konsultan pajak profesional akan membantu Anda untuk mempersiapkan dan memeriksa semua transaksi serta dokumen yang akan diaudit. Apakah semua dokumen tersedia dan data telah disiapkan dengan lengkap dan benar.

Selain itu, konsultan pajak dapat membantu mendampingi perwakilan perusahaan selama proses pemeriksaan pajak. Sehingga kebutuhan perusahaan untuk berhasil menghadapi audit pajak ini akan terpenuhi.

tixtax.co.id menyediakan jasa konsultan yang dapat mendampingi perusahaan rekan selama proses pemeriksaan pajak. Dengan tim konsultan yang berpengalaman dibidang perpajakan terkhusus kasus pemeriksaan pajak, kami yakin dapat mendampingi perusahaan anda dalam menghadapi pemeriksaan pajak.

Setiap tim konsultan pajak yang mendampingi klien kami perihal pemeriksaan pajak perusahaan akan langsung berada dalam pengawasan atau dipimpin oleh Tim khusus litigasi yang terdiri dari konsultan berpengalaman setidaknya 15 (lima belas) tahun dibidang litigasi.

Strategi menghadapi pemeriksaan pajak

Demikian cara dan strategi menghadapi pemeriksaan pajak agar dapat melalui audit perpajakan dengan hasil yang sesuai harapan. Jika rekan membutuhkan jasa konsultasi dan pendampingan pemeriksaan pajak, jangan ragu untuk hubungi tixtax.co.id untuk mendapatkan pendampingan dalam proses pemeriksaan pajak perusahaan anda.

Open chat
1
Chat Konsultan
Customer Service
Hallo, Silahkan Konsultasi Pajak
Bersama Konsultan Kami. "Free".